Senin, 23 Maret 2015

KEBIASAAN BAIK YANG HARUS DIAJARKAN KEPADA ANAK


Ketika anak masih dalam usia enam tahun pertama, maka biasakanlah mereka dengan akhlak dan sopan santun seperti ini:

  1. Biasakanlah dia mengambil, memberi, makan dan minum dengan TANGAN KANAN. Jika makan dengan tangan kiri, ingatkanlah ia dan pindahkan makanannya ke tangan kanan secara halus.
  2. Biasakanlah ia mendahulukan BAGIAN KANAN dalam berpakaian. Ketika menggunakan kain, baju atau lainnya, mulaikanlah dari kanan, sedangkan ketika melepas, MULAIKANLAH DARI KIRI.
  3. Biasakanlah ia untuk TIDUR MIRING KE KANAN, dan bukan tidur tertelungkup.
  4. Biasakanlah ia untuk tidak memakai PAKAIAN/ CELANA PENDEK, agar anak tumbuh dengan keasadaran menutup aurat dan malu untuk membukanya.
  5. Biasakanlah ia untuk tidak menghisap JARI ATAU MENGGIGIT KUKU.
  6. Biasakanlah ia untuk BERLAKU SEDERHANA dalam makan dan minum dan jauhkanlah dari sikap rakus.
  7. Biasakanlah ia untuk tidak bermain dengan hidung.
  8. Biasakanlah ia untuk membaca “BISMILLAH” ketika hendak makan.
  9. Biasakanlah ia  untuk minur air putih sebelum makan
  10. Biasakanlah ia untuk makan buah terlebih dahulu sebelum makan 
  11. Biasakanlah ia untuk makan atau minum sambil duduk (tidak mengajak anak makan sambil berjalan-jalan keliling)
  12. Biasakanlah ia untuk mengambil makanan yang terdekat dan tidak mulai makan sebelum orang lain.
  13. Biasakanlah ia untuk tidak memandang tajam kepada makanan atau orang yang makan.
  14. Biasakanlah ia untuk tidak makan dengan tergesa-gesa dan supaya mengunyah makanan dengan baik.
  15. Biasakanlah ia untuk makan makanan yang ada dan tidak menginginkan yang tidak ada.
  16. Biasakanlah ia untuk MENJAGA KEBERSIHAN MULUT dengan siwak/sikat gigi setelah makan, sebelum tidur dan sehabis bangun tidur.
  17. Biasakanlah ia untuk menyilahkan orang lain dalam makanan permainan yang disenangi, dengan dibiasakan agar menghormati saudara-saudaranya, sanak famili yang masih kecil dan anak-anak tetangga jika mereka melihatnya sedang menikmati sesuatu permainan/makanan.
  18. Biasakanlah ia untuk membaca “ALHAMDULILLAH” jika bersin, dan mengatakan “YARHAMUKALLAH” kepada orang bersin yang telah membaca “ALHAMDULILLAH”
  19. Biasakanlah ia untuk menahan mulut dan menutupnya jika ia menguap dan menjaganya supaya jangan sampai bersuara.
  20. Biasakanlah ia untuk mengucapkan terimakasih jika mendapat kebaikan meski sedikit.
  21. Biasakanlah ia untuk tidak memanggil ibu dan bapak DENGAN NAMA-NAMA, tapi biasakanlah dengan panggilan Umi (ibu) dan Abi (bapak).
  22. Biasakanlah ia untuk berjalan kaki di trotoar, bukan di tengah jalan.
  23. Biasakanlah ia untuk tidak membuang sampah di jalan, bahkan anjurkanlah untuk menyingkirkan kotoran dari jalan.
  24. Biasakanlah ia untuk mengucap salam dengan sopan ke orang yang dijumpai dengan ucapan “ASSALAMU'ALAIKUM” serta membalas salam kepada orang yang mengucapkan.
  25. Biasakanlah ia untuk berkata-kata dengan benar dan berbahasa dengan baik.
  26. Biasakanlah ia untuk menuruti perintah orang tua atau yang lebih besar darinya, jika ia disuruh seseuatu yang diperbolehkan. Jika membantah, ingatkanlah ia supaya kembali kepada kebenaran dengan suka rela jika hal ini memungkinkan. Jika tidak mungkin, maka paksalah ia untuk menerima kebenaran, karena hal itu lebih baik daripada tetap membantah dan bersikap bandel.
  27. Hendaklah orang tua berterimakasih kepada anak jika menuruti perintahnya dan menjauhi larangannya.Bisa juga dengan memberikan hadiah yang disenangi (makanan, minuman, jalan-jalan)
  28. Hendaklah orang tua tidak melarangnya bermain selama masih aman, seperti bermain dengan pasir atau permainan yang diperbolehkan, sekalipun menyebabkan baju kotor. Karena, permainan pada usia ini penting untuk jasmani dan akal anak.
  29. Biasakanlah ia untuk menghormati milik orang lain, dengan tidak mengambil permainan/makanan orang lain, sekalipun itu milik saudaranya sendiri.
  30. Biasakanlah ia untuk izin terlebih dahulu jika ingin meminjam barang milik orang lain
  31. Biasakanlah ia makan sendiri tanpa dibantu ayah/bunda
  32. Biasakanlah ia untuk memakai pakaian sendiri tanpa di bantu ayah/bunda
  33. Biasakanlah ia menyimpan barang pada tempatnya
  34. Biasakanlah ia menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri
  35. Biasakanlah ia bemain tuntas
  36. Biasakanlah ia menyelesaikan masalah sendiri dengan temannya, dan bicara jika butuh bantuan ayah/bunda untuk membantu menyelesaikan masalah
  37. Biasakanlah ia bertanggung jawab terhadapa peralatan yang ia pakai

    Subhanallah...

    Akhlak yang baik dari seorang anak akan melahirkan generasi yang baik pula, generasi pemuda yang taat kepada Allah, berbakti kepada kedua orangtua dan memperhatikan hak-hak bagi saudara muslim yang lain.

    #PengalamanselamabelajardiSekolahAlamTangerang

    LatePost 24 Maret 2015
    PerumIII@rumahKaWida, Tangerang

Minggu, 22 Maret 2015

6 Trik Toilet Training



Transisi dari popok ke toilet memang milestone besar buat balita. Juga merupakan perubahan psikologis yang signifikan pada balita, menandai kemerdekaan baru dan pergeseran hubungan dengan Anda, bundanya. Tak seperti milestone lainnya, toilet training membutuhkan bimbingan yang intens, waktu dan kesabaran. Tapi Anda dan balita pasti bisa!
  1. Pastikan balita siap. Umumnya balita bisa diajak toilet training setelah otot-ototnya mulai dapat mengontrol kandung kemih pada usia di atas 18 bulan. juga ditandai dengan kesiapan emosi, fisik dan psikologis di usia sekitar 2-3 tahun. Tanda-tandanya antara lain, dapat duduk tegak, bisa kering dalam 2-3 jam, dapat membuka-memakai celana, bisa memahami intruksi sederhana dan sudah bisa mengatakan keinginannya.
  2. Biasakan kegiatan kamar mandi. Mulai kenalkan dan biasakan ia pipis dan buang air besar (BAB) di pispot atau potty chair. Biarkan ia memilih agar ia suka menggunakannya.  Perlihatkan ketika Anda membuang dan mem-flush kotorannya dari popok di kloset. Ajak ia ketika Anda menggunakan toilet supaya ia makin paham perlunya toilet. Ceritakan secara sederhana cara pipis dan bab serta proses memakai pispot atau toilet, jelaskan tentang alat kelamin dan fungsinya, bacakan cerita atau dongeng tentang pispot, dan belikan ia celana dalam seperti layaknya anak sudah besar.
  3. Atur jadwal. Mengatur asupan cairan dan makanan ke tubuh balita diperlukan untuk mengatur interval ke kamar mandi. Amati jadwal siklus pipis dan buang air besarnya, misalnya ia biasa pup sekitar jam 9 pagi dan pipis 1 jam sekali. Siklus pipis dan bab ini memudahkan Anda mengajaknya menyalurkan dorongan bak dan bab di tempat dan waktu yang tepat.
  4. Konsisten. Pastikan pula pengasuh anak mampu secara konsisten melaksanakan pelatihan yang Anda terapkan sehingga tidak terjadi kebingungan. Beri informasi lengkap dan detil mengenai kebiasaan dan jadwal pipis dan balita. Konsisten membimbing balita akan membuatkan cepat paham dan maik trampil memakai toilet.
  5. Pakai cara seru. Lambungkan kreativitas Anda untuk mengajak balita melakukan toilet training agar lebih seru. Anda dapat memasang obat khusus yang tidak berbahaya untuk membuat air di kloset menjadi biru, memasang papan target untuk balita menempel stiker tanda berhasil memakai pispot/toilet dengan benar. Atau menempatkan boneka favorit sebagai teman ketika pipis atau pup, dan cara lainnya. Agar ia gebira dan selalu bersemangat melakukan toilet training.
  6. Beri pujian. Rayakan bila ia berhasil melakukan pipis dan pup dengan benar. Hadiahi dengan pujian. Jadikan hal toilet training sesuatu yang penting dan terbaik dalam hidupnya. Kalaupun terjadi ‘kecelakaan’ hindari untuk menhukumnya, katakan saja Anda tidak suka. Wajah marah dan kecewa Anda, hanya akan membuatnya takut dan malah lebih sering tidak mau mengatakan bahwa ia ingin pipis atau pup.